Direvisi, Oseltamivir dan Azithr「Best Baccarat Betting Method」omycin Tak Lagi Standar Perawatan Covid

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia online gaming

KetBest Baccarat Betting Methodbest Baccarat Betting Methodua PAPDI DR. Dr. Best Baccarat Betting Methodbest Baccarat Betting MethodSally Aman Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, yang juga turut serta dalam penyusunan Revisi Protokol Tata Laksana Covid-19 mengatakan kedua obat ini, sebenarnya masih dipergunakan, hanya saja dimasukkan sebagai terapi tambahan.

Berdasarkan surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Oseltamivir adalah obat antiviral atau obat anti virus yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan infeksi influenza tipe A dan B.

Obat ini bekerja dengan menghambat neuroamidase yang dibutuhkan oleh virus influenza untuk merilis virus-virus baru di akhir proses replikasi.

"Jadi (obat Oseltamivir dan Azithromycin) tidak rutin diberikan," kata dr Sally saat dihubungi Kompas.com, menjelaskan Protokol Tata Laksana Covid-19 yang baru saja direvisi tersebut.

KOMPAS.com - Oseltamivir dan Azithromycin adalah dua obat yang selama ini digunakan untuk terapi pasien Covid-19, sejak awal pandemi virus corona ini muncul dan kini. Kini, aturan standar perawatan Covid-19 yang mencantumkan obat ini telah direvisi.

Pada masa awal pandemi Covid-19, obat Oseltamivir diberikan secara empiris, karena sulitnya membedakan gejala Covid-19 pada pasien yang terinfeksi virus corona dan pasien yang terinfeksi virus influenza.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

"Oseltamivir diberikan kalau bersamaan dengan infeksi influenza," kata dr Sally, Jumat (16/7/2021).

Dalam Revisi Protokol Tata Laksana Covid-19, lima organisasi profesi kedokteran tak lagi memasukkan obat ini dalam standar perawatan pasien Covid-19.

Saat ini, menurut Protokol Tata Laksana Covid-19 yang baru direvisi, obat Oseltamivir dapat ditambahkan pada kondisi di mana pasien dengan Covid-19 dan diduga terinfeksi virus influenza dengan dosis 2 x 75 mg, demikian juga penggunaan Azithromycin.

Baca juga: Perbedaan Oseltamivir dan Favipiravir untuk Mengobati Covid-19

Baca juga: Mengenal Oseltamivir, Obat yang Dihapus dari Rekomendasi Obat Covid-19

Di antaranya terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).