Gaming Forum_How to play gambling_Reliable sports betting platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia online gaming

SejeFootbaFootball betting app downloadll betting app downloadnak sadariFootball betting app downloadlaFootball betting app downloadh bahwa peran dan tanggung jawab sebagai seFootball betting app downloadorang wanita bukanlah perkara mudah. Sejak masa pacaran, mungkin kalian pernah mendengar selentingan tentang betapa menderitanya perempuan yang sedang menstruasi. Haid atau tamu bulanan ini bisa luar biasa mengacaukan mood dan perasaan kami. Seringkali rasa nyeri, mual, pusing, hingga pegal-pegal di sekujur tubuh pun harus khatam kami cicipi.

Satu hal yang kami sadari. Kekuatan dan keyakinan dalam diri tak akan muncul dengan sendirinya. Kami adalah wanita yang butuh dukungan dan pendampingan kalian para pria. Sungguh kami akan meremang bahagia jika sebagai pasangan kalian bersedia selalu siap siaga. Jadi pria yang dengan ikhlas dan penuh cinta menemani saat-saat terpenting dalam hidup wanitanya.

Jadi, mohon kalian tidak menganggap kami ini kekanak-kanakan jika kadang bisa mendadak marah atau sedih tanpa alasan. Bisa jadi memang ini bawaan ‘tamu bulanan’ yang sungguh sulit untuk kami lawan. Atau, ketika kami tiba-tiba jadi makhluk paling malas yang maunya cuma guling-guling di kasur, mungkin itu pun karena gejala PMS yang sebenarnya sedang membuat kami kelimpungan.

“Jaga badannya biar tetep bisa aktivitas. Semangat, Sayang…”

Masa kehamilan adalah perjuangan, tapi puncak perjuangan adalah saat kami melahirkan. Ya, detik-detik mengeluarkan si jabang bayi ini adalah saat dimana kami meregang nyawa. Kami harus berusaha sekuat tenaga demi bertahan hidup dan memastikan anak kita bisa lahir dengan selamat. Selain tenaga dan semangat, doa pun tak henti-henti kami ucap. Kami harus bisa jadi ibu yang hebat dan kuat.

“Pujian dari kalian adalah yang membuat kami percaya diri. Meyakini kalau cinta dan rasa sayang tak lantas tergerus meski kami bukan gadis muda lagi…”

Sementara sebagai seorang istri, kami masih punya tanggung jawab untuk mengurus rumah. Menyelesaikan pekerjaan harian seperti memasak atau mencuci jadi kesibukan kami sehari-hari. Saat kami sibuk dengan urusan rumah dan anak-anak, kalian para pria biasanya juga sibuk dengan urusan pekerjaan.

Kelak setelah menikah, akan tiba saatnya kami para wanita menjalani peran yang paling utama. Ya, peran untuk mengandung – menjalani 9 bulan masa kehamilan demi bisa melahirkan generasi-generasi penerus kita nanti. Betapa 9 bulan yang kami jalani adalah masa-masa perjuangan, semata-mata demi memberikan yang terbaik bagi janin dalam kandungan.

Jika kalian ingin tahu, masa-masa awal kehamilan adalah bagian paling berat yang harus kami lewati. Perubahan hormon mempengaruhi kondisi tubuh kami. Mual tiap pagi, nyeri punggung, kaki kram, dan sakit perut sudah jadi ‘makanan’ kami sehari-hari. Bayangkan juga saat janin mulai tumbuh dan perut kami semakin membesar, ibarat menggendong bayi di dalam perut selama 24 jam seminggu selama 5 bulan.

Namun sebagai istri, bukankah sepatutnya kami tetap menjaga penampilan di depan suami. Memilih baju dan make-up yang cantik pasti jadi yang kalian sukai. Dan ketika kami sudah memberikan yang terbaik bagi orang yang kami cintai, semoga kalian tak pelit untuk memuji. Sekadar pujian akan membuat kami lebih percaya diri dan merasa dicintai.

Tapi sungguh-sungguh kami akan bersyukur jika di sela-sela waktu luang kalian bersedia diajak berbagai tugas berdua. Saat kami repot mengurus anak sampai tak sempat membuatkan teh atau kopi di pagi hari, kalian paham dan memilih untuk turun tangan sendiri. Atau saat kami kerepotan membersihkan rumah, kalian tak segan angkat kain pel atau sapu untuk membantu.

Banyak orang beranggapan bahwa peran sebagai ibu bisa dijalani tanpa perlu pendidikan tinggi. Padahal, wawasan dan ilmu pengetahuan sepatutnya juga dimiliki oleh perempuan yang bertugas membangun generasi. Selain menempuh pendidikan formal, upgrade pengetahuan non formal juga penting untuk dilakukan. Wanita selayaknya menyempatkan diri untuk baca buku, menonton televisi, atau update berita-berita terbaru.

Padahal, kami para cewek atau wanita bukan mau enaknya saja – banyak maunya atau minta selalu dimanja-manja. Sungguh kami tidak bermaksud untuk banyak meminta. Sejujurnya, kami hanya ingin agar kalian para pria bisa lebih peka…

“Iya, nih. Sakit perut, badan pegel-pegel…”

Sekilas mungkin wanita terlihat ingin dimanja, mau enaknya saja, atau banyak maunya. Tapi sungguh sejujurnya kami bukan bermaksud seperti itu. Kami hanya ingin para pria lebih peka, setidaknya pekalah pada apa yang selayaknya wanita dapatkan sebagai haknya…