Sejarah Kantung Teh, dari Kain Sutra「Wade International」 Menjadi Kertas Filter Berpori Halus

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Indonesia online gaming

Wade IWade InternationalnternationaWade InternationallBWade Internationalaca juga: Teh Celup Bekas, Bisa Mengusir Serangga dan Menyuburkan Bunga Mawar

DilanWade Internationalsir dari Time, kantung teh atau metode teh celup mulai marak di dunia barat di awal tahun 1903.

Kantung teh masa kini terbuat dari kertas berpori yang berstandar pangan. Beberapa daerah seperti China, masih ada yang membungkus dedaunan teh keringnya dengan menggunakan kain lembut yang berpori kecil.

Dari beberapa sumber, diketahui bahwa metode penyeduhan teh menggunakan kantung khusus sudah dilakukan semenjak masa Dinasti Tang sekitar abad ke-8. 

KOMPAS.com - Kantung teh atau biasa kita sebut teh celup, adalah cara menyeduh teh dengan cara instan dan jauh dari kata ribet.

Ilustrasi kantung teh atau teh celup

Ketika dimasukkan ke dalam air panas, daun teh akan terekstraksi di dalam suhu panas dengan maksimal, tanpa perlu mengotori ketel atau cangkir yang ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Di dalam metode ini, daun-daun teh kering akan dimasukkan ke dalam sebuah kantung berpori yang tertutup atau tersegel rapat.

Di masa tersebut, dedaunan teh dan berbagai bahan herbal kering lainnya dibungkus dengan bahan kertas yang dibentuk persegi dan direkatkan di masing-masing sisinya dengan cara dijahit.

Kantung ini kemudian akan dimasukkan ke dalam cangkir dan diberi air panas yang baru saja turun dari api.

Penyeduhan teh ini ditengarai yang menginspirasi metode teh celup modern di awal tahun 1900-an.

Di tahun 1908, pengimpor teh dan kopi ternama asal New York Amerika Serikat, Thomas Sullivan, mulai menjajaki pasar ekspor dunia dengan mengirim kantung teh dari sutra ke berbagai negara.